Bunga Bangkai di Taman Nasional Kayan Mentarang, Desa Long Alango Kecamatan Bahau Hulu

not image


       Di pedalaman hutan Kalimantan Utara, tepatnya di Kecamatan Bahau Hulu, tumbuh salah satu flora paling unik dan langka di Indonesia: bunga bangkai. Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang yang masih alami menjadi habitat penting bagi berbagai tumbuhan endemik, termasuk bunga bangkai yang memikat perhatian karena ukuran dan aromanya yang khas.
       Mengenal Bunga Bangkai
Istilah “bunga bangkai” di Indonesia umumnya merujuk pada dua jenis tumbuhan berbeda, yaitu Amorphophallus titanum (titan arum) dan Rafflesia. Keduanya sama-sama mengeluarkan bau menyengat seperti bangkai saat mekar, yang berfungsi untuk menarik serangga penyerbuk seperti lalat dan kumbang.
Di kawasan hutan Kalimantan, jenis yang lebih sering ditemukan adalah dari marga Amorphophallus. Tumbuhan ini memiliki ciri khas berupa:
Tinggi dapat mencapai lebih dari 2 meter saat berbunga
Tongkol (spadix) besar yang dikelilingi seludang berwarna ungu kemerahan
Aroma tajam yang muncul saat fase mekar sempurna
Masa mekar yang singkat, biasanya hanya beberapa hari
       Habitat dan Lingkungan Tumbuh
Taman Nasional Kayan Mentarang merupakan salah satu taman nasional terluas di Indonesia, berbatasan langsung dengan Malaysia. Kawasan ini didominasi hutan hujan tropis yang lebat, sungai-sungai besar, serta wilayah pegunungan.
Kecamatan Bahau Hulu sendiri dikenal sebagai daerah dengan keanekaragaman hayati tinggi. Kondisi tanah yang subur, kelembapan tinggi, serta naungan pepohonan besar menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bunga bangkai. Tumbuhan ini biasanya tumbuh liar di lantai hutan, terutama di area yang tidak terganggu aktivitas manusia.
      Keunikan dan Proses Mekar
Salah satu daya tarik utama bunga bangkai adalah proses mekarnya yang jarang terjadi. Tumbuhan ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menyimpan energi dalam umbinya sebelum akhirnya berbunga. Saat mekar, suhu di sekitar bunga dapat meningkat dan aroma busuk menyebar cukup jauh.
Fenomena ini sering menarik perhatian peneliti maupun masyarakat lokal. Namun karena lokasinya berada di kawasan hutan yang cukup terpencil, tidak banyak dokumentasi publik tentang setiap peristiwa mekarnya.
      Peran Ekologis dan Upaya Pelestarian
Bunga bangkai memiliki peran penting dalam ekosistem hutan sebagai bagian dari rantai penyerbukan alami. Keberadaannya menjadi indikator bahwa hutan tersebut masih dalam kondisi baik.
Sebagai kawasan konservasi, Taman Nasional Kayan Mentarang dilindungi oleh pemerintah untuk menjaga keanekaragaman hayati, termasuk flora langka seperti bunga bangkai. Pelestarian dilakukan melalui pembatasan aktivitas perambahan hutan, penelitian ilmiah, serta pelibatan masyarakat adat setempat dalam pengelolaan kawasan.

Bunga bangkai yang tumbuh di desa long alango Kecamatan Bahau Hulu bukan hanya sekadar tumbuhan beraroma unik, tetapi juga simbol kekayaan alam Kalimantan Utara. Keberadaannya di Taman Nasional Kayan Mentarang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hutan tropis Indonesia agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Bagikan post ini: