Emat (Ani-Ani): Peralatan Tradisional Panen Padi Masyarakat Dayak Kenyah Di Desa Long Alango
Masyarakat Dayak Kenyah di Desa Long Alango masih mempertahankan penggunaan alat-alat tradisional dalam aktivitas pertanian, khususnya saat panen padi. Salah satu peralatan yang sangat penting adalah Emat atau yang lebih dikenal sebagai ani-ani yaitu alat tradisional untuk memotong padi.
Emat (ani-ani) adalah alat tradisional berupa pisau kecil yang digunakan untuk memotong tangkai padi satu per satu. Alat ini biasanya terbuat dari bilah besi atau baja kecil dengan pegangan dari kayu atau bambu. Biasanya Emat (ani-ani) digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah, terutama para petani, baik laki-laki maupun perempuan, pada saat musim panen padi. Yang dimana Emat (ani-ani) digunakan di ladang atau sawah milik warga di Desa Long Alango, yang umumnya berada di kawasan perbukitan.
Emat (ani-ani) yang digunakan pada saat musim panen padi, biasanya berlangsung satu kali dalam setahun sesuai dengan siklus tanam tradisional masyarakat setempat. Emat (ani-ani) sangat penting bagi masyarakat karena memudahkan proses panen secara tradisional, menjaga kualitas bulir padi agar tidak rusak, menjadi bagian dari tradisi dan identitas budaya Dayak Kenyah dan mengajarkan kesabaran dan ketelitian dalam bekerja.
Cara menggunakan emat (ani-ani) adalah dengan memegang tangkai padi menggunakan satu tangan, lalu memotongnya dengan ani-ani menggunakan tangan lainnya. Proses ini dilakukan satu per satu, sehingga membutuhkan ketelatenan dan kerja sama, biasanya dilakukan secara gotong royong agar proses panen padi lebih cepat selesai. Emat (ani-ani) bukan sekadar alat panen, tetapi juga simbol kearifan lokal masyarakat Dayak Kenyah di Desa Long Alango. Meskipun alat modern sudah mulai digunakan, emat tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan budaya yang bernilai tinggi.
Baca juga:
Kerja Bakti RT Bersih
Kerja Bakti RT Bersih