Masyarakat Desa Long Alango Bergotong Royong Menanam Padi/Menugal Ladang Pegunungan

1788961031433.jpeg
Gambar: - ( Juarisuarita Aran ) Sumber: https://longalango.desa.id/

Tradisi Gotong Royong dalam Kegiatan Nugal merupakan salah satu nilai penting yang masih dijaga oleh masyarakat Desa Long Alango. Masyarakat saling membantu dalam berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan di ladang. Suatu tradisi yang menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan tersebut adalah kegiatan menanam padi atau yang dikenal dengan istilah nugal. Selain menjadi kegiatan pertanian, nugal juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan menjaga rasa persaudaraan antarwarga. Kegiatan Nugal merupakan proses menanam benih padi dengan cara membuat lubang-lubang kecil di tanah, kemudian memasukkan benih padi ke dalam lubang tersebut.

Sebelum kegiatan menanam dilakukan, masyarakat telah terlebih dahulu mempersiapkan ladang/lahan. Proses nugal dilakukan dengan pembagian tugas, dimana beberapa masyarakat khususnya laki-laki akan bertugas membuat lubang di tanah menggunakan alat sederhana atau alat tradisional. Sementara itu, beberapa masyarakat mengikuti dari belakang untuk memasukkan benih padi ke dalam lubang yang telah dibuat. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bersama-sama hingga seluruh bagian ladang selesai ditanami. Dengan pembagian tugas yang baik, proses penanaman padi dapat berlangsung dengan lebih teratur dan efisien.



Kegiatan gotong royong dalam menanam padi/nugal ini melibatkan masyarakat Desa Long Alango. Selain orang dewasa, generasi muda juga dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan generasi muda menjadi penting karena melalui kegiatan gotong royong, mereka dapat belajar tentang cara bertani serta memahami nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Kegiatan nugal ini biasanya dilakukan ketika musim tanam padi telah tiba. Seperti di Desa long alango kegiatan menugal ini telah dilaksanakan dari pertengahan bulan Agustus hingga Pertenghan bulan September. Waktu pelaksanaan biasanya juga disesuaikan dengan kondisi alam, cuaca, dan kesiapan ladang. Sebelum menentukan waktu untuk menanam, masyarakat harus memastikan bahwa ladang telah siap digunakan. Kegiatan menanam padi/Nugal dilakukan di ladang milik masyarakat yang biasanya lokasi ladang berada di kawasan pegunungan yang memiliki kondisi alam berbukit.

Kegiatan menanam padi/Nugal ini juga menjadi salah satu cara untuk melestarikan nilai budaya dan tradisi masyarakat Desa Long Alango. Di tengah perkembangan zaman, semangat kebersamaan tetap penting untuk dijaga. Melalui kegiatan nugal, generasi muda dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat bekerja sama dan saling menghargai. Selain itu, kegiatan menanam padi memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat karena padi merupakan salah satu sumber pangan. Oleh sebab itu, keberhasilan dalam menanam dan menghasilkan panen yang baik sangat diharapkan oleh masyarakat.

Gotong royong masyarakat Desa Long Alango dalam kegiatan menanam padi/nugal di ladang pegunungan merupakan contoh nyata dari kuatnya nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan nugal, masyarakat saling membantu untuk menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan pertanian. Melalui kegiatan nugal, masyarakat membuktikan bahwa kebersamaan dapat membuat pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan. Tradisi gotong royong juga mengajarkan pentingnya saling membantu, menghargai sesama, dan menjaga hubungan baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagikan post ini: