Masyarakat Desa Long Alango Kembali Manfaatkan Tanah Bekas Ladang untuk Berkebun

not image

Setelah musim panen padi gunung berakhir, warga desa tidak membiarkan lahan bekas ladang begitu saja. Mereka kembali memanfaatkannya sebagai lahan berkebun untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dari Ladang Padi Menjadi Kebun Produktif
Tanah bekas ladang padi gunung umumnya masih subur karena sebelumnya telah dibersihkan dan dikelola dengan baik. Daripada dibiarkan kosong, masyarakat Long Alango memanfaatkannya untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura.
Beberapa tanaman yang sering dibudidayakan antara lain:
Jagung
Ubi kayu dan ubi jalar
Sayur-sayuran seperti sawi, kacang panjang, dan labu
Cabai dan tomat
Tanaman buah lokal
Pemanfaatan ini tidak hanya membantu ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar desa.
Semangat Kerja Sama dan Kemandirian
Kegiatan berkebun biasanya dilakukan secara berkelompok maupun per keluarga. Para orang tua, pemuda, hingga anak-anak turut terlibat sesuai kemampuan masing-masing. Nilai gotong royong tetap terasa, terutama saat membersihkan lahan, membuat pagar sederhana, atau menanam bibit.
Bagi masyarakat desa, berkebun bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari pola hidup mandiri. Dengan memanfaatkan tanah bekas ladang, mereka dapat:
Menghemat pengeluaran rumah tangga
Menyediakan bahan makanan segar
Menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan
Pengelolaan Lahan yang Ramah Lingkungan
Sebagai masyarakat yang hidup di kawasan konservasi, warga Long Alango memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam. Mereka umumnya menggunakan cara-cara tradisional tanpa bahan kimia berlebihan. Abu sisa pembakaran, kompos alami, serta sisa tanaman dimanfaatkan kembali sebagai penyubur tanah.
Sistem ini membantu menjaga kesuburan lahan dan mencegah kerusakan lingkungan. Tanah bekas ladang tidak menjadi lahan terlantar, melainkan terus berputar dalam siklus pemanfaatan yang bijak.
Harapan untuk Masa Depan
Pemanfaatan kembali tanah bekas ladang menjadi kebun menunjukkan ketekunan dan kearifan lokal masyarakat Desa Long Alango. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan ekonomi yang terus meningkat, langkah ini menjadi solusi sederhana namun berdampak besar.
Dengan semangat kerja keras dan kebersamaan, masyarakat desa membuktikan bahwa lahan yang pernah ditanami padi dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan mereka. Tradisi ini sekaligus menjadi contoh bagaimana masyarakat adat mampu
mengelola sumber daya alam secara arif dan berkelanjutan demi generasi mendatang.
Bagikan post ini: