Desa Long Alango yang berada di kawasan pedalaman Kalimantan Utara dan termasuk wilayah Taman Nasional Kayan Mentarang dikenal sebagai desa yang masih memegang kuat tradisi adat dan budaya leluhur. Salah satu tradisi yang tetap dijaga hingga kini adalah gotong royong saat memanen padi gunung.
Padi Gunung dan Kehidupan Masyarakat
Padi gunung merupakan sumber pangan utama bagi masyarakat desa. Berbeda dengan padi sawah, padi gunung ditanam di ladang kering di perbukitan dan sangat bergantung pada musim serta kerja keras petani. Proses menanam hingga panen membutuhkan waktu berbulan-bulan dan tenaga yang tidak sedikit.
Ketika musim panen tiba, suasana desa berubah menjadi lebih semarak. Bunyi tawa, percakapan hangat, dan aktivitas bersama memenuhi ladang-ladang. Di sinilah peran pemuda desa menjadi sangat penting.
Peran Aktif Pemuda dalam Panen
Pemuda Desa Long Alango menunjukkan semangat dan tanggung jawab yang besar dalam membantu proses panen. Sejak pagi hari, mereka sudah berkumpul untuk menuju ladang bersama orang tua dan keluarga lainnya.
Beberapa tugas yang biasa dilakukan pemuda antara lain:
Memotong padi menggunakan alat tradisional
Mengikat dan mengumpulkan hasil panen
Mengangkut padi dari ladang ke pondok atau dilumbung
Membantu menjemur dan menyimpan hasil panen
Pekerjaan yang berat terasa ringan karena dilakukan bersama-sama. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi ciri khas gotong royong di desa.
Nilai Kebersamaan dan Solidaritas
Gotong royong bukan hanya soal menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga. Pemuda belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, serta menghormati orang yang lebih tua. Mereka juga belajar bahwa hasil panen bukan hanya untuk satu keluarga, melainkan untuk keberlangsungan hidup bersama.
Biasanya, setelah panen selesai, masyarakat mengadakan makan bersama sebagai bentuk syukur atas hasil yang diperoleh. Momen ini menjadi ajang memperkuat persaudaraan dan rasa kekeluargaan.
Menjaga Tradisi di Tengah Perubahan Zaman
Di era modern saat ini, banyak tradisi gotong royong mulai berkurang di berbagai daerah. Namun di Desa Long Alango, semangat tersebut masih tetap terjaga. Pemuda desa menyadari bahwa menjaga tradisi berarti menjaga identitas dan warisan budaya mereka.
Dengan tetap mempertahankan nilai gotong royong dalam memanen padi gunung, masyarakat Desa Long Alango menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Semangat gotong royong pemuda Desa Long Alango saat memanen padi gunung merupakan gambaran nyata kehidupan masyarakat yang harmonis dengan alam dan sesama. Tradisi ini bukan hanya tentang panen, tetapi tentang persatuan, kerja keras, dan rasa syukur yang diwariskan dari generasi ke generasi.